Kondisi Umum dan Potensi

Kondisi Umum dan Potensi

Secara geografis, letak wilayah Kabupaten Boalemo berada di bagian selatan Wilayah Provinsi Gorontalo, dengan posisi 00º23’50” sampai 00º55’40” Lintang Utara dan 122º01’10”  sampai 122º39’25” Bujur Timur. Sedangkan secara administrasi, wilayah Kabupaten Boalemo memiliki luas wilayah daratan mencapai 2.300,90 km2, terdiri dari 7 (Tujuh) wilayah kecamatan yang terbagi dalam 82 Desa.

 

Pusat kegiatan Kabupaten Boalemo berada di Kota Tilamuta yang juga merupakan ibukota Kabupaten Boalemo. Jarak kota Tilamuta dengan Kota Gorontalo (ibukota Provinsi Gorontalo) kurang lebih 115 Km.

Adapun batas-batas administrasi kabupaten Baolemo dapat diuraikan sebagai berikut :

-      Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara;

-      Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Tomini;

-      Sebelah Timur  berbatasan dengan Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo;

-      Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato.

 

Kabupaten Boalemo memiliki luas 2.300,9 Km2, atau sebesar 230.090 Ha, 18,84% dari total luas Provinsi Gorontalo. Sampai Tahun 2009 Penggunaan lahan tersebut diperuntukan untuk; lahan sawah 4.602,5 ha, pekarangan/halaman 15.177 ha, tegal/kebun 35.811 ha, ladang/huma 28.881 ha, penggembalaan/padang rumput 402 ha, rawa (tidak ditanami) 1.552 ha, tambak 129 ha, kolam/tebat/empang 29 ha, sementara tidak diusahakan 5.389 ha, hutan rakyat 3.332 ha, hutan negara 115.336 ha, perkebunan 14.557 ha, dan penggunaan lain 4.892,5 ha.

 

Untuk subsektor perikanan dan kelautan, Kabupaten Boalemo memiliki panjang pantai kurang lebih 72 Km dengan potensi diperairan territorial kurang lebih 17.000 ton pertahun.

Untuk subsektor kehutanan, Kabupaten Boalemo memiliki kekayaan sumberdaya hutan yang cukup potensial. Luas kawasan hutan Kabupaten Boalemo adalah seluas + 182.241 Ha yang terdiri dari Hutan Lindung 28.990 Ha (15,9%), Hutan Produksi Terbatas 43.583 Ha (23,92%), Hutan Produksi Tetap 14.395 Ha (7,9%), Hutan Suaka Alam 10.918 Ha (5,99%), Hutan yang dapat dikonversi 4.959 Ha (2,72%), dan Areal Penggunaan Lain 79.396 Ha (43,57%). Investasi di bidang kehutanan yang prospektif adalah pengembangan hutan tanaman industri pada areal tertentu terutama untuk pengembangan kayu jati, dan jabon. Potensi lainnya adalah pengembangan industri hasil hutan seperti industri meubel berbahan kayu, rotan, industri damar, serta budidaya lebah madu dan lain-lain.                                                      

 

Pada sektor pertambangan dan energi, potensi yang ada mencakup sejumlah bahan tambang dan mineral yang mempunyai nilai ekonomi tinggi seperti emas, perak, tembaga, batu gamping (lime stone), toseki, batu granit, sirtu, zeolit, kaolin, pasir kuarsa, feldspar dan lempung (clay). Potensi ini mempunyai nilai ekonomis penting dalam peningkatan kemakmuran masyarakat Boalemo. Secara geologis, potensi bahan tambang Kabupaten Boalemo tersebar di seluruh kecamatan dengan jenis dan potensi yang beragam. Issu sentral dalam pertambangan adalah aktifitas illegal mining.

 

Dalam bidang energi, pasokan listrik di Kabupaten Boalemo masih melalui PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terdiri dari Sub Ranting Paguyaman, Payment Poin Harapan, dan Kantor Jaga Tilamuta. Pada tahun 2009 jumlah pelanggan yang menggunakan jasa listrik PLN sebanyak 9.619 pelanggan dengan 9.832.113 KWh listrik yang terpakai. Sampai saat ini PLN belum mampu melayani seluruh kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Boalemo, padahal memiliki potensi sumber energi listrik cukup tersedia, antara lain potensi energi air skala besar (Sungai Paguyaman).